JANGAN SALAH WAKTU

JANGAN SALAH WAKTU

Matius 24:32-33,”Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara  : Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. ”

Lukas 21:30,”Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.

 

Dalam perkataan Yesus ini kita harus tahu bahwa di setiap kita memiliki waktu dan musim. Waktu ini bukan berbicara masalah jam, tetapi berbicara maslaah musim di kehidupan kita. Hidup ini jangan salah waktu.

Waktu ini masih di beri kesehatan umtuk melayani Tuhan, bersungguh-sungguhlah dalam melayani Tuhan, jangan sampai salah waktu.

Waktu umur masih muda bangun pagi dan bekerjalah, jangan sampai waktu kita sudah berumur kita menyesal.

Waktu itu adalah hadiah yang diberikan kepada kita tanpa syarat, semua diberikan hadiah yang sama yaitu waktu. Jangan sampai hanya karena kita di phk atau mendapat masalah yang besar. Kita langsung putus asa dan langsung mau  mengakhiri hidup.

Kita harus bersyukur karena kita masih diberikan nafas sama Tuhan,

Kejadian 8:22,”Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti m  musim menabur dan menuai, n  dingin o  dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.

Di setiap hidup manusia pasti ada yang namanya musim kekurangan dan kelimpahan tetapi bagaimana sikap kita dalam mengatasai musim kekurangan

Kejadian 26:1,”Maka timbullah kelaparan di negeri v  itu. –Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, w  kepada Abimelekh, raja orang Filistin. x

Di saat terjadi musim kelaparan Ishak menabur, Menabur ini bukan berbicara masalah harta atau materi, tetapi Firman Tuhan. Ketika kita sakit kita harus menabur ayat-ayat tentang kesembuhan dan ketika kita lagi tidak ada uang kita tabur ayat-ayat bahwa “Tuhan akan mencukupi segala keperluan kita.”

Kis 7:30,”Dan sesudah empat puluh tahun tampaklah kepadanya seorang malaikat di padang gurun gunung Sinai di dalam nyala api yang keluar dari semak duri.

Kisah ini menceritakan tentang Musa ketika itu Musa diselamatkan oleh Firaun dan dia pergi dari Mesir karena dia membunuh orang Mesir dan melarikan diri di Midian. Dalam jangka 40 tahun dia dikejar-kejar, dan tertuduh, ini bukanlah waktu yang singkat bagi kita tetapi bagi Tuhan waktu yang singkat.

Sebenarnya Musa sudah mau menyerah, tetapi ketika Musa menyerah Tuhan memberikan kekuatan bagi Musa dan berkata Aku lah Allah nenek moyangmu.”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *